40 Pertanyaan dan Jawaban Wawancara Scrum Master Teratas (2026)

Persiapan untuk wawancara Scrum Master berarti mengantisipasi apa yang dicari oleh evaluator di luar teori. Pertanyaan-pertanyaan dalam wawancara Scrum Master mengungkap pola pikir, kedalaman fasilitasi, dan penilaian agile yang memengaruhi hasil pengiriman yang sebenarnya.
Diskusi-diskusi ini membuka jalur karier yang kuat, mencerminkan tren di mana para profesional dengan keahlian teknis dan keahlian di bidang tertentu dapat berkembang. Analisis praktis, kolaborasi, dan kepemimpinan membantu para lulusan baru, kandidat tingkat menengah, dan senior membuktikan nilai keahlian mereka, baik saat bekerja di lapangan, mendukung tim, membimbing manajer, atau menjawab pertanyaan dan jawaban teknis dan tingkat lanjut secara efektif. Baca lebih banyak…
👉 Unduh PDF Gratis: Pertanyaan & Jawaban Wawancara Scrum Master
Pertanyaan dan Jawaban Wawancara Scrum Master Terpopuler
1) Jelaskan peran Scrum Master dan bagaimana peran tersebut berbeda dari manajemen proyek tradisional.
Scrum Master adalah seorang pemimpin yang melayani, yang fokus utamanya adalah memberdayakan Tim Scrum untuk memberikan nilai dengan menghilangkan hambatan, memfasilitasi acara Scrum, dan melatih anggota tim dalam prinsip dan praktik Scrum. Tidak seperti manajer proyek tradisional yang membuat keputusan, menetapkan tugas, dan mengontrol jadwal, Scrum Master memberdayakan tim untuk mengatur diri sendiri dan membuat keputusan teknis dan proses. Seorang Scrum Master memastikan bahwa tim mematuhi nilai-nilai Scrum (komitmen, keberanian, fokus, rasa hormat, keterbukaan) dan mendukung peningkatan berkelanjutan.
Sebagai contoh, seorang manajer proyek mungkin menetapkan tugas berdasarkan keahlian. Sebaliknya, seorang Scrum Master akan memfasilitasi sesi perencanaan di mana tim secara kolaboratif memilih tugas yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan sprint mereka. Pergeseran dari otoritas ke kepemimpinan yang melayani ini merupakan inti dari Scrum.
2) Apa tiga pilar Scrum dan mengapa pilar-pilar tersebut penting?
Scrum dibangun di atas tiga pilar: Transparansi, Inspeksi, dan AdaptasiPilar-pilar ini mendukung model pengendalian proses empiris Scrum:
- Transparansi Artinya, semua aspek proses (tunggakan, kemajuan, hambatan) terlihat oleh semua orang.
- Inspeksi memungkinkan tim untuk sering mengevaluasi artefak dan kemajuan (misalnya, selama Rapat Harian dan Sprint Rev(lihat).
- Adaptasi Mendorong tim untuk menyesuaikan proses, tujuan, atau rencana ketika inspeksi mengungkapkan adanya masalah.
Sebagai contoh, jika selama retrospektif tim memperhatikan penundaan berulang dalam pengujian integrasi, mereka dapat beradaptasi dengan mengalokasikan lebih banyak waktu untuk pengujian otomatis awal. Pilar-pilar ini memastikan bahwa tim belajar dengan cepat dari data nyata, bukan dari asumsi.
3) Apa saja yang dimaksud dengan Scrum Events? Berikan penjelasan singkat untuk masing-masing event.
Acara Scrum adalah acara-acara yang dibatasi waktunya yang dirancang untuk menciptakan keteraturan dan meminimalkan kebutuhan akan rapat yang tidak didefinisikan dalam Scrum. Acara-acara tersebut meliputi:
| Acara | Tujuan | Durasi Khas |
|---|---|---|
| Sprint | Periode tetap di mana hasil akhir dikerjakan. | Biasanya 1-4 minggu |
| Sprint Perencanaan | Menentukan apa yang akan disampaikan dan bagaimana caranya. | Hingga 8 jam selama 1 bulan Sprint |
| Scrum Harian | Tim melakukan koordinasi untuk memeriksa kemajuan. | 15 menit |
| Sprint Review | Tunjukkan peningkatan dan kumpulkan umpan balik. | Sampai jam 4 |
| Sprint Retrospektif | Renungkan dan perbaiki prosesnya. | Sampai jam 3 |
Kegiatan Scrum membantu meningkatkan transparansi, meningkatkan akurasi perencanaan, dan mendorong pembelajaran berkelanjutan. Misalnya, wawasan retrospektif sering kali mengarah pada peningkatan proses yang meningkatkan produktivitas di sprint mendatang.
4) Apa itu Artefak Scrum dan bagaimana cara memaksimalkan transparansi?
Artefak Scrum mewakili pekerjaan dan nilai sepanjang proyek. Artefak tersebut adalah:
- Product BacklogDaftar lengkap semua hal yang mungkin dibutuhkan dalam produk.
- Sprint Jaminan simpanan: Kumpulan item backlog produk yang dipilih untuk Sprint ditambah rencana untuk pengirimannya.
- Kenaikan: Jumlah total semua item backlog produk yang telah selesai selama periode tertentu Sprint dan semua sebelumnya Sprints.
Artefak-artefak ini memberikan visibilitas yang jelas mengenai prioritas, kemajuan, dan kualitas. Misalnya, Product Backlog yang terkelola dengan baik memungkinkan pemangku kepentingan untuk melihat fitur apa yang direncanakan selanjutnya dan mengapa. Selain itu, transparansi Sprint Backlog membantu tim dan pemangku kepentingan memahami apa yang harus dilakukan. Sprint Tujuan-tujuan tersebut dan bagaimana tim berencana untuk mencapainya.
5) Apa yang dimaksud dengan “Definition of Done (DoD)” dan mengapa hal itu penting?
The Definisi Selesai (DoD) DoD (Definition of Done) adalah daftar periksa kriteria yang harus dipenuhi sebelum item backlog produk dapat dianggap selesai. Ini memastikan kualitas, konsistensi, dan pemahaman bersama di antara anggota tim. DoD biasanya mencakup penyelesaian pengkodean, pengujian unit yang berhasil, pengujian integrasi, dokumentasi, dan kesiapan penerapan.
Sebagai contoh, jika DoD (Definition of Done) mensyaratkan pengujian otomatis dengan cakupan 80%, sebuah user story tidak akan ditandai selesai sampai pengujian tersebut ada dan berhasil. Hal ini mencegah pekerjaan yang belum selesai masuk ke dalam peningkatan produk dan memastikan bahwa setiap peningkatan berpotensi untuk dirilis. DoD yang kuat juga mengurangi hutang teknis dan membangun kepercayaan dengan para pemangku kepentingan.
6) Jelaskan konsep time-boxing dan berikan contoh dalam Scrum.
Time-boxing adalah praktik mengalokasikan periode maksimum tetap untuk suatu aktivitas. Hal ini meningkatkan fokus dan efisiensi dengan mencegah aktivitas berlangsung melebihi waktu yang berharga. Dalam Scrum:
- Standup Harian dibatasi waktu hingga 15 menit.
- Sprint Perencanaan memiliki durasi maksimum tetap yang proporsional dengan Sprint panjangnya.
- Retrospektif dan Revbaru saja juga memiliki durasi tetap.
Pembatasan waktu (time-boxing) mencegah rapat berlarut-larut tanpa tujuan. Misalnya, rapat harian (stand-up) membantu tim memeriksa kemajuan dengan cepat tanpa mengganggu pekerjaan pengembangan. Tim yang menerapkan pembatasan waktu cenderung mengelola waktu mereka dengan lebih baik dan menjadi lebih mudah diprediksi.
7) Apa perbedaan antara Agile dan Scrum?
Meskipun sering digunakan secara bergantian, Tangkas adalah seperangkat prinsip untuk pengembangan iteratif dan inkremental, sedangkan Banyak orang Scrum adalah kerangka kerja yang mengimplementasikan prinsip-prinsip Agile. Agile menekankan kolaborasi pelanggan, responsif terhadap perubahan, dan pengiriman perangkat lunak yang berfungsi secara berkala. Scrum menetapkan peran spesifik (Scrum Master, Product Owner, Developer), acara, dan artefak yang membantu tim menerapkan nilai-nilai Agile secara sistematis.
Sebagai contoh, Agile dapat diimplementasikan dengan berbagai cara (Scrum, Kanban, XP), tetapi Scrum memiliki upacara, peran, dan artefak yang terdefinisi dengan jelas yang menstrukturkan proses Agile. Memahami perbedaan ini membantu pewawancara melihat bahwa Anda mengetahui Scrum bukanlah satu-satunya metode Agile, melainkan cara terstruktur untuk menerapkan konsep Agile.
8) Teknik apa yang digunakan tim Scrum untuk estimasi?
Tim Scrum menggunakan berbagai teknik estimasi untuk memprediksi upaya dan kompleksitas:
- Perencanaan PokerTim-tim menetapkan poin cerita secara kolaboratif menggunakan kartu.
- Ukuran Kaos: Cerita dikategorikan (S, M, L, XL) berdasarkan ukuran.
- Estimasi Tiga TitikMenggunakan perkiraan optimis, pesimis, dan yang paling mungkin terjadi.
Setiap teknik mendorong diskusi tim, yang membangun pemahaman bersama dan mengurangi bias. Misalnya, Planning Poker mengungkapkan perbedaan ketika satu pengembang melihat suatu tugas sebagai hal yang sederhana, dan pengembang lain melihat kompleksitas tersembunyi. Menggabungkan perspektif-perspektif ini menghasilkan perkiraan yang lebih akurat.
9) Bagaimana Anda menangani konflik dalam Tim Scrum?
Konflik dalam tim Scrum tidak dapat dihindari, tetapi dapat bermanfaat jika dikelola dengan baik. Seorang Scrum Master memfasilitasi komunikasi terbuka dengan mendorong anggota tim untuk menyampaikan kekhawatiran mereka dengan hormat, seringkali menggunakan teknik terstruktur seperti analisis akar penyebab. Pertama, Scrum Master berupaya memahami berbagai sudut pandang tanpa menghakimi. Kemudian, mereka membantu tim menyelaraskan tujuan bersama dan menegosiasikan solusi secara kolaboratif.
Sebagai contoh, jika dua pengembang tidak sepakat mengenai pendekatan teknis, Scrum Master dapat mengatur diskusi singkat di mana masing-masing mempresentasikan bukti, dan tim bersama-sama memilih solusi yang paling sesuai. Sprint tujuan. Hal ini tidak hanya menyelesaikan konflik tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan tim terhadap keputusan.
10) Apa saja hambatan umum yang menghambat kinerja tim Scrum dan bagaimana Anda mengatasinya?
Hambatan umum meliputi persyaratan yang tidak jelas, kurangnya akses ke pemangku kepentingan, kesenjangan keterampilan, dan gangguan eksternal. Seorang Scrum Master terus menerus memeriksa dan menyesuaikan proses untuk menghilangkan hambatan-hambatan ini. Mereka dapat memprioritaskan penyempurnaan backlog untuk memperjelas persyaratan, menjadwalkan demo pemangku kepentingan untuk meningkatkan siklus umpan balik, atau menyelenggarakan pelatihan silang untuk mengisi kesenjangan keterampilan.
Sebagai contoh, jika tim tidak memiliki akses ke pakar bidang tertentu, seorang Scrum Master dapat mengatur sesi koordinasi mingguan dengan pakar tersebut untuk memastikan klarifikasi tepat waktu. Scrum Master yang baik tidak menyelesaikan masalah untuk tim, tetapi bersama tim, sehingga memungkinkan mereka untuk menjadi lebih mandiri seiring waktu.
11) Bagaimana Scrum Master mendukung Product Owner sepanjang siklus hidup Scrum?
Seorang Scrum Master mendukung Product Owner dengan memastikan bahwa Product Backlog transparan, tertata dengan baik, dan dipahami oleh semua pemangku kepentingan. Dukungan ini mencakup seluruh siklus hidup Scrum, dari penemuan produk hingga pengiriman. Scrum Master membimbing Product Owner tentang teknik penyempurnaan backlog yang efektif, kolaborasi pemangku kepentingan, dan prioritas berbasis nilai. Mereka juga membantu menghilangkan hambatan organisasi yang menghalangi Product Owner untuk membuat keputusan yang tepat.
Sebagai contoh, jika pemangku kepentingan terus-menerus mengajukan permintaan mendesak, Scrum Master membantu Product Owner untuk mengedukasi pemangku kepentingan tentang prioritas backlog dan Sprint batasan. Dengan memfasilitasi sesi penyempurnaan dan memastikan kejelasan kriteria penerimaan, Scrum Master memungkinkan Product Owner untuk memaksimalkan nilai produk sambil mempertahankan pengiriman yang berkelanjutan.
12) Apa yang dimaksud dengan velocity dalam Scrum, dan bagaimana cara menggunakannya dengan benar?
Velocity adalah metrik yang mewakili jumlah rata-rata pekerjaan yang diselesaikan oleh Tim Scrum selama satu periode. SprintVelocity, yang biasanya diukur dalam story point, bertujuan untuk memprediksi jumlah pekerjaan yang dapat mereka selesaikan di masa mendatang. Tujuan utamanya adalah peramalan, bukan evaluasi kinerja. Velocity membantu tim memprediksi berapa banyak pekerjaan yang secara realistis dapat mereka selesaikan di masa depan. Sprintberdasarkan data historis.
Penggunaan velocity yang salah sebagai KPI produktivitas dapat merusak moral tim dan mendorong inflasi estimasi. Misalnya, membandingkan velocity antar tim tidak efektif karena story point bersifat relatif dan spesifik tim. Penggunaan yang benar adalah menganalisis apakah sebuah tim secara konsisten menghasilkan sekitar 30 story point per Sprint dan menggunakan wawasan tersebut untuk merencanakan perilisan di masa mendatang dengan lebih akurat.
13) Jelaskan berbagai cara yang digunakan Scrum Master untuk menghilangkan hambatan.
Menghilangkan hambatan adalah salah satu tanggung jawab terpenting seorang Scrum Master. Berbagai cara untuk mengatasi hambatan meliputi negosiasi organisasi, pembinaan, fasilitasi, dan eskalasi jika diperlukan. Beberapa hambatan bersifat internal, seperti komunikasi yang tidak jelas atau kesenjangan keterampilan, sementara yang lain bersifat eksternal, seperti ketergantungan pada tim lain atau proses persetujuan yang lambat.
Sebagai contoh, jika terjadi penundaan implementasi karena pengujian manual, Scrum Master dapat membimbing tim menuju otomatisasi pengujian. Jika persetujuan berjalan lambat, mereka dapat bekerja sama dengan manajemen untuk menyederhanakan pengambilan keputusan. Scrum Master yang efektif membedakan antara gejala dan akar penyebab serta fokus pada solusi berkelanjutan daripada perbaikan sementara.
14) Apa saja kelebihan dan kekurangan Scrum?
Scrum menawarkan fleksibilitas, umpan balik yang lebih cepat, dan peningkatan berkelanjutan, tetapi juga menghadirkan tantangan jika diterapkan secara tidak tepat.
| Aspek | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Sampel | Rilis bertahap yang lebih cepat | Sulit untuk proyek dengan lingkup tetap. |
| Kolaborasi | Kepemilikan tim yang kuat | Membutuhkan disiplin yang tinggi |
| Kualitas | Pengujian dan umpan balik berkelanjutan | Dokumentasi lemah jika tidak dikelola. |
| Adaptability | Cepat tanggap terhadap perubahan | Pengembangan skala membutuhkan pengalaman. |
Sebagai contoh, Scrum bekerja sangat baik untuk pengembangan produk dengan persyaratan yang terus berkembang. Namun, organisasi yang belum memiliki kematangan Agile mungkin akan kesulitan karena kurangnya komitmen atau kesalahpahaman peran. Memahami kedua sisi menunjukkan keahlian yang seimbang dalam wawancara.
15) Apa perbedaan antara Scrum Master dan Agile Coach?
Seorang Scrum Master berfokus pada satu atau dua tim Scrum dan memastikan implementasi praktik Scrum yang benar. Seorang Agile Coach beroperasi pada tingkat organisasi yang lebih luas, membimbing banyak tim dan kepemimpinan dalam transformasi Agile. Meskipun kedua peran tersebut menekankan pembinaan dan peningkatan berkelanjutan, ruang lingkup dan dampaknya berbeda secara signifikan.
Sebagai contoh, seorang Scrum Master memfasilitasi Daily Scrum dan Sprint Retrospektif, sementara seorang Agile Coach dapat mendesain ulang struktur organisasi untuk mendukung implementasi Agile. Di organisasi yang sudah mapan, Scrum Master seringkali berkembang menjadi Agile Coach seiring bertambahnya pengalaman dalam meningkatkan skala praktik Agile.
16) Apa itu penyempurnaan backlog, dan mengapa hal itu penting untuk keberhasilan Scrum?
Penyempurnaan backlog adalah proses berkelanjutan di mana item-item Product Backlog ditinjau, diklarifikasi, diperkirakan, dan diprioritaskan. Hal ini memastikan bahwa pekerjaan yang akan datang dipahami dengan baik dan siap untuk dikerjakan. Sprint Perencanaan. Tanpa penyempurnaan yang efektif, Sprint Perencanaan menjadi tidak efisien dan rawan kesalahan.
Sebagai contoh, penyempurnaan user story dengan kriteria penerimaan dan dependensi memungkinkan pengembang untuk memperkirakan secara akurat dan mengurangi ketidakpastian. Seorang Scrum Master memfasilitasi sesi penyempurnaan untuk memastikan partisipasi yang seimbang dan mencegah penyempurnaan yang berlebihan. Biasanya, tim menghabiskan tidak lebih dari 10 persen waktu mereka untuk penyempurnaan. Sprint kapasitas pada aktivitas ini.
17) Bagaimana Anda mengukur kinerja tim Scrum tanpa KPI tradisional?
Scrum menghindari metrik produktivitas tradisional dan sebagai gantinya mengandalkan indikator berbasis hasil. Indikator-indikator ini meliputi: Sprint Pencapaian tujuan, kepuasan pelanggan, prediktabilitas, dan tren peningkatan berkelanjutan. Metrik seperti tren kecepatan, grafik burn-down, dan waktu siklus digunakan untuk inspeksi, bukan penilaian.
Sebagai contoh, sebuah tim yang secara konsisten memenuhi standar Sprint Penetapan tujuan dan peningkatan metrik kualitas menunjukkan kinerja tinggi, bahkan jika kecepatan berfluktuasi. Seorang Scrum Master menekankan umpan balik kualitatif dan wawasan retrospektif daripada target numerik, memperkuat budaya pembelajaran daripada tekanan.
18) Apa peran Scrum Master selama Sprint Retrospektif?
Selama Sprint Dalam sesi retrospektif, Scrum Master bertindak sebagai fasilitator dan pelatih, bukan sebagai pengambil keputusan. Peran mereka adalah menciptakan lingkungan yang aman di mana anggota tim dapat secara terbuka mendiskusikan apa yang berhasil, apa yang tidak, dan bagaimana cara memperbaikinya. Mereka memastikan diskusi tetap konstruktif dan mengarah pada perbaikan yang dapat ditindaklanjuti.
Sebagai contoh, jika tim mengidentifikasi cacat produksi yang sering terjadi, Scrum Master membantu mengubah wawasan tersebut menjadi tindakan perbaikan konkret, seperti menambahkan tinjauan kode ke dalam Definisi Selesai. Hal ini memastikan retrospektif mendorong perubahan nyata dan bukan hanya menjadi diskusi rutin.
19) Bagaimana Anda mengelola pemangku kepentingan yang menolak praktik Scrum?
Resistensi sering kali muncul dari kesalahpahaman atau ketakutan kehilangan kendali. Seorang Scrum Master mengatasi hal ini dengan mendidik para pemangku kepentingan tentang manfaat Scrum, menyelaraskan harapan, dan menunjukkan nilai melalui transparansi. Pengiriman bertahap dan tinjauan berkala membantu membangun kepercayaan dari waktu ke waktu.
Sebagai contoh, jika pemangku kepentingan menuntut tenggat waktu yang tetap, Scrum Master dapat menjelaskan peramalan menggunakan kecepatan dan perencanaan rilis. Dengan melibatkan pemangku kepentingan dalam Sprint RevDengan adanya laporan dan kemajuan yang terukur, resistensi secara bertahap berkurang seiring dengan meningkatnya kepercayaan terhadap proses tersebut.
20) Apa siklus hidup Scrum? Sprint dari awal sampai akhir?
Scrum Sprint siklus hidup dimulai dengan Sprint Perencanaan, di mana tim memilih item backlog yang selaras dengan Sprint Gol. Selama SprintDaily Scrum memungkinkan inspeksi dan adaptasi. Pengembangan berlangsung terus menerus hingga dihasilkan peningkatan yang berpotensi siap dirilis. Sprint diakhiri dengan Sprint Revuntuk mendapatkan umpan balik dan Sprint Retrospektif untuk peningkatan proses.
Siklus hidup ini memastikan pembelajaran dan penyampaian yang berkelanjutan. Misalnya, umpan balik dari sebuah Sprint RevPandangan ini dapat memengaruhi prioritas backlog untuk selanjutnya. Sprint, menciptakan siklus umpan balik yang ketat. Memahami siklus hidup secara lengkap menunjukkan penguasaan alur dan prinsip Scrum.
21) Bagaimana Anda menangani Tim Scrum yang secara konsisten gagal memenuhi target? Sprint komitmen?
Ketika Tim Scrum secara konsisten gagal Sprint Dalam hal komitmen, Scrum Master harus fokus pada inspeksi dan adaptasi daripada menyalahkan. Langkah pertama adalah menganalisis apakah komitmen tersebut Sprint Tujuan yang ditetapkan realistis, item-item dalam backlog telah dirumuskan dengan baik, dan estimasi yang dibuat akurat. Komitmen yang berlebihan, persyaratan yang tidak jelas, atau ketergantungan tersembunyi seringkali menjadi akar penyebabnya.
Sebagai contoh, jika sebuah tim berulang kali menunda pekerjaan, Scrum Master dapat memfasilitasi retrospektif untuk mengidentifikasi pola seperti meremehkan kompleksitas atau seringnya gangguan. Solusinya mungkin termasuk mengurangi Sprint ruang lingkup, meningkatkan penyempurnaan backlog, atau membatasi gangguan eksternal. Scrum Master memastikan peningkatan tersebut dapat ditindaklanjuti dan terukur, membantu tim mendapatkan kembali prediktabilitas dari waktu ke waktu.
22) Jelaskan perbedaan antara Scrum dan Kanban dengan contoh.
Scrum dan Kanban keduanya merupakan pendekatan Agile, tetapi keduanya berbeda secara signifikan dalam struktur dan penerapannya.
| Aspek | Banyak orang | Kanban |
|---|---|---|
| Kerangka | Dibatasi waktu Sprints | Aliran terus menerus |
| Peran | Peran yang ditentukan | Tidak ada peran wajib. |
| Perencanaan | Sprint Perencanaan diperlukan | Perencanaan opsional |
| Perubahan | Tidak ada perubahan selama Sprint | Perubahan diperbolehkan kapan saja. |
Scrum ideal digunakan ketika tim membutuhkan struktur dan umpan balik reguler, seperti dalam pengembangan produk. Kanban cocok untuk tim operasional atau pendukung yang mengelola pekerjaan berkelanjutan. Misalnya, tim pengembangan dapat menggunakan Scrum untuk pengiriman fitur, sementara tim pendukung menggunakan Kanban untuk mengelola tiket yang masuk. Memahami perbedaan ini menunjukkan fleksibilitas dan kematangan dalam praktik Agile.
23) Bagaimana seorang Scrum Master berkontribusi pada peningkatan berkelanjutan?
Perbaikan berkelanjutan tertanam dalam Scrum melalui inspeksi dan adaptasi rutin. Seorang Scrum Master mendorong hal ini dengan memfasilitasi retrospektif, melacak tindakan perbaikan, dan melatih tim untuk bereksperimen dengan aman. Perbaikan tidak terbatas pada perubahan proses tetapi juga mencakup praktik teknis, kolaborasi, dan komunikasi.
Sebagai contoh, jika retrospektif mengungkapkan masalah integrasi yang sering terjadi, Scrum Master dapat mendorong praktik seperti integrasi berkelanjutan atau pemrograman berpasangan. Seiring waktu, perbaikan kecil dan bertahap akan menghasilkan peningkatan kualitas dan efisiensi yang signifikan. Seorang Scrum Master memastikan bahwa tindakan perbaikan diimplementasikan dan ditinjau, bukan dilupakan.
24) Faktor apa saja yang mempengaruhi Sprint efektivitas perencanaan?
Beberapa faktor menentukan seberapa efektif Sprint Perencanaannya adalah:
- Kualitas penyempurnaan backlog
- Hapus Sprint Tujuan
- Estimasi akurat
- Kapasitas dan ketersediaan tim
- Ketergantungan dan risiko yang diketahui
Misalnya, jika item backlog tidak memiliki kriteria penerimaan, sesi perencanaan menjadi panjang dan tidak produktif. Seorang Scrum Master meningkatkan efektivitas dengan memastikan penyempurnaan terjadi secara teratur dan pemangku kepentingan memberikan kejelasan sebelum perencanaan. Efektif Sprint Perencanaan menghasilkan komitmen tim yang percaya diri dan kelancaran proses. Sprint eksekusi.
25) Dapatkah seorang Scrum Master mengelola banyak tim? Apa saja tantangannya?
Ya, seorang Scrum Master dapat mendukung beberapa tim, tetapi hal itu bergantung pada kematangan tim, kompleksitas, dan konteks organisasi. Tim yang matang dan mandiri membutuhkan lebih sedikit fasilitasi sehari-hari, sehingga memungkinkan satu Scrum Master untuk mendukung beberapa tim secara efektif.
Namun, tantangannya meliputi peralihan konteks, ketersediaan yang terbatas, dan kedalaman pembinaan yang berkurang. Misalnya, menangani banyak retrospektif dan hambatan di berbagai tim dapat mengurangi fokus. Praktik terbaik adalah secara bertahap meningkatkan tanggung jawab dan terus menilai apakah efektivitas tim terpengaruh. Kualitas pembinaan harus selalu diprioritaskan daripada kuantitas.
26) Bagaimana Anda menangani ketergantungan antar Tim Scrum?
Mengelola ketergantungan membutuhkan transparansi, kolaborasi, dan perencanaan proaktif. Seorang Scrum Master bekerja sama dengan Product Owner dan Scrum Master lainnya untuk mengidentifikasi ketergantungan sejak dini selama penyempurnaan backlog dan Sprint Perencanaan. Alat bantu visual seperti papan ketergantungan atau backlog terintegrasi seringkali bermanfaat.
Sebagai contoh, jika Tim A bergantung pada API dari Tim B, maka rapat penyelarasan dan berbagi informasi sangat penting. Sprint Sasaran dapat mengurangi penundaan. Scrum Master juga mendorong komunikasi antar tim dan mendorong keputusan arsitektur yang mengurangi ketergantungan jangka panjang. Tujuannya bukan untuk mengelola ketergantungan selamanya, tetapi untuk membantu tim menghilangkannya seiring waktu.
27) Apa itu anti-pattern dalam Scrum, dan bagaimana cara mengatasinya?
Anti-pola Scrum terjadi ketika praktik Scrum diikuti secara mekanis tanpa memahami tujuannya. Anti-pola umum meliputi rapat harian (stand-up) yang berubah menjadi rapat status, Sprint Perencanaan yang didominasi oleh manajer, atau retrospektif tanpa butir tindakan.
Untuk mengatasi hal ini, seorang Scrum Master mendidik tim tentang tujuan di balik acara Scrum dan memperkuat nilai-nilai Scrum. Misalnya, mengubah Daily Scrum yang berfokus pada status menjadi diskusi perencanaan di antara para pengembang akan mengembalikan efektivitasnya. Mengidentifikasi dan memperbaiki anti-pola sangat penting untuk menjaga integritas Scrum.
28) Bagaimana seorang Scrum Master mendukung perubahan organisasi?
Seorang Scrum Master mendukung perubahan organisasi dengan bertindak sebagai agen perubahan dan pendukung Agile. Ini termasuk mendidik kepemimpinan, menyelaraskan kebijakan dengan nilai-nilai Agile, dan mengatasi hambatan sistemik yang tidak dapat diselesaikan tim sendiri.
Sebagai contoh, jika evaluasi kinerja memberikan penghargaan atas hasil kerja individu dan bukan kesuksesan tim, Scrum Master dapat bekerja sama dengan manajemen untuk mempromosikan metrik berbasis tim. Perubahan organisasi bersifat bertahap dan membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan hasil yang berbasis bukti. Scrum Master yang memiliki pengaruh di luar level tim memberikan nilai tambah jangka panjang yang signifikan.
29) Apa perbedaan antara kepemimpinan pelayan (servant leadership) dan kepemimpinan tradisional (traditional leadership) dalam Scrum?
Kepemimpinan pelayan berfokus pada pemberdayaan orang lain daripada mengendalikan mereka. Dalam Scrum, Scrum Master memimpin dengan melayani tim, menghilangkan hambatan, dan memungkinkan pengambilan keputusan.
| Kepemimpinan Tradisional | Kepemimpinan Pelayan |
|---|---|
| Mengarahkan dan mengendalikan | Pelatih dan fasilitator |
| Fokus pada otoritas | Fokus pada pemberdayaan |
| Pengambil keputusan | Pendukung pengambilan keputusan |
Sebagai contoh, alih-alih memberikan tugas, seorang Scrum Master membantu tim untuk mengatur diri sendiri. Gaya kepemimpinan ini membangun kepercayaan, akuntabilitas, dan kematangan tim jangka panjang, yang sangat penting untuk keberhasilan Scrum.
30) Bagaimana Anda memastikan Scrum diikuti tanpa menjadi penegak proses?
Seorang Scrum Master memastikan kepatuhan terhadap Scrum dengan membimbing dan memengaruhi, bukan dengan menegakkan aturan. Fokusnya adalah menjelaskan nilai di balik praktik-praktik tersebut dan memungkinkan tim untuk merasakan hasilnya secara langsung. Hal ini membangun motivasi intrinsik, bukan sekadar kepatuhan.
Sebagai contoh, alih-alih bersikeras pada retrospektif, seorang Scrum Master dapat menyoroti bagaimana peningkatan di masa lalu berasal dari sesi-sesi tersebut. Seiring waktu, tim mengadopsi praktik Scrum dengan sukarela karena mereka melihat manfaat nyata. Keseimbangan antara bimbingan dan otonomi inilah yang mendefinisikan kepemimpinan Scrum yang efektif.
31) Bagaimana Scrum dapat diterapkan dalam skala besar di organisasi besar? Jelaskan berbagai pendekatan yang tersedia.
Scrum, pada dasarnya, dirancang untuk tim kecil yang lintas fungsi. Di organisasi besar, kerangka kerja penskalaan digunakan untuk mengoordinasikan beberapa tim Scrum yang mengerjakan produk yang sama. Pendekatan penskalaan umum meliputi Scrum of Scrums, SAFe, LeSS, dan Nexus. Setiap kerangka kerja menangani koordinasi, manajemen ketergantungan, dan penyelarasan secara berbeda.
Sebagai contoh, Scrum of Scrums memperkenalkan perwakilan dari setiap tim untuk membahas hambatan antar tim, sementara SAFe menyediakan struktur yang lebih preskriptif dengan peran, artefak, dan perencanaan di berbagai tingkatan. Seorang Scrum Master harus memahami kelebihan dan kekurangan dari pendekatan-pendekatan ini dan memilih salah satunya berdasarkan ukuran organisasi, budaya, dan kompleksitas, daripada secara membabi buta mengadopsi suatu kerangka kerja.
32) Apa itu Scrum of Scrums, dan kapan sebaiknya digunakan?
Scrum of Scrums adalah teknik koordinasi yang digunakan ketika beberapa tim Scrum mengerjakan produk atau tujuan bersama. Perwakilan dari setiap tim bertemu secara teratur untuk membahas kemajuan, ketergantungan, risiko, dan hambatan yang memengaruhi beberapa tim. Pertemuan-pertemuan ini berfokus pada integrasi dan penyelarasan, bukan pada diskusi teknis yang mendetail.
Sebagai contoh, jika empat tim membangun komponen berbeda dari satu platform, Scrum of Scrums membantu memastikan masalah integrasi diidentifikasi sejak dini. Metode ini harus digunakan ketika ketergantungan tidak dapat dihilangkan dan koordinasi diperlukan. Namun, metode ini tidak boleh menjadi sekadar rapat status; tujuannya adalah kolaborasi dan pemecahan masalah.
33) Bagaimana Anda menafsirkan grafik burn-down dan burn-up secara efektif?
Grafik burn-down dan burn-up adalah alat visual yang digunakan untuk melacak kemajuan dan perubahan ruang lingkup. Grafik burn-down menunjukkan pekerjaan yang tersisa dari waktu ke waktu, sedangkan grafik burn-up menampilkan pekerjaan yang telah selesai dibandingkan dengan total ruang lingkup. Keduanya membantu tim memeriksa kemajuan dan memperkirakan penyelesaian.
Sebagai contoh, garis burn-down yang datar dapat mengindikasikan pekerjaan yang terhambat atau estimasi yang berlebihan, sementara garis scope yang meningkat pada grafik burn-up menyoroti scope creep (penambahan ruang lingkup pekerjaan). Seorang Scrum Master menggunakan grafik ini untuk memfasilitasi percakapan, bukan untuk mengevaluasi kinerja. Nilai sebenarnya terletak pada identifikasi tren dan memungkinkan adaptasi tepat waktu, bukan untuk melaporkan keberhasilan atau kegagalan.
34) Apa yang dimaksud dengan indikator utama dan indikator tertinggal dalam metrik Scrum?
Indikator utama memprediksi kinerja di masa depan, sedangkan indikator tertinggal mencerminkan hasil di masa lalu. Dalam Scrum, indikator utama meliputi kesiapan backlog, Sprint Kejelasan tujuan, dan kualitas kolaborasi tim. Indikator tertinggal meliputi kecepatan, tingkat cacat, dan skor kepuasan pelanggan.
Sebagai contoh, item backlog yang tidak jelas (indikator utama) seringkali mengakibatkan terlewatnya item tertentu. Sprint komitmen (indikator tertinggal). Scrum Master yang efektif lebih fokus pada indikator terdepan karena memungkinkan intervensi dini. Pola pikir proaktif ini membantu mencegah masalah daripada hanya menganalisis kegagalan setelah terjadi.
35) Bagaimana Anda melatih tim yang sedang bertransisi dari Waterfall ke Scrum?
Transisi dari Waterfall ke Scrum membutuhkan perubahan pola pikir, bukan sekadar perubahan proses. Tim yang terbiasa dengan perencanaan di awal dan ruang lingkup tetap mungkin awalnya menolak pengiriman iteratif dan perubahan persyaratan. Seorang Scrum Master memulai dengan mendidik tim tentang prinsip-prinsip Agile dan secara bertahap memperkenalkan praktik-praktik Scrum.
Sebagai contoh, alih-alih langsung menerapkan Scrum secara penuh, Scrum Master dapat memulai dengan iterasi yang lebih pendek dan pengiriman bertahap. Retrospektif reguler membantu tim merefleksikan apa yang terasa tidak nyaman dan mengapa. Pembinaan menekankan kepercayaan, eksperimen, dan pembelajaran, memungkinkan tim untuk berkembang secara organik daripada memaksakan kepatuhan.
36) Apa peran dokumentasi dalam Scrum?
Scrum lebih mengutamakan perangkat lunak yang berfungsi daripada dokumentasi yang komprehensif, tetapi ini bukan berarti dokumentasi tidak diperlukan. Dokumentasi harus ringan, relevan, dan bermanfaat. Tingkat dokumentasi bergantung pada persyaratan peraturan, kebutuhan tim, dan kompleksitas produk.
Sebagai contoh, aplikasi perawatan kesehatan mungkin memerlukan dokumentasi kepatuhan yang ekstensif, sementara produk startup mungkin lebih mengandalkan pemahaman bersama dan pengujian otomatis. Seorang Scrum Master membantu tim mencapai keseimbangan yang tepat dengan memastikan dokumentasi mendukung pengembangan, bukan memperlambatnya. Dokumentasi menjadi artefak yang dinamis, bukan sekadar hasil kerja sekali waktu.
37) Bagaimana Anda menangani scope creep (penambahan ruang lingkup pekerjaan yang tidak terkontrol) dalam Scrum?
Scope creep terjadi ketika pekerjaan tambahan diperkenalkan tanpa prioritas yang tepat. Dalam Scrum, perubahan cakupan dikelola melalui Product Backlog, bukan selama proses aktif. SprintScrum Master memperkuat Sprint batasan dan mendidik para pemangku kepentingan tentang biaya menengah-Sprint perubahan.
Sebagai contoh, jika pemangku kepentingan meminta fitur baru selama SprintScrum Master bekerja sama dengan Product Owner untuk menambahkannya ke backlog untuk prioritas di masa mendatang. Transparansi dan keteraturan Sprint RevTinjauan mengurangi perluasan ruang lingkup dengan memberikan kesempatan yang sering untuk memberikan umpan balik dan memprioritaskan ulang.
38) Bagaimana Anda mengevaluasi efektivitas Scrum Master?
Efektivitas Scrum Master diukur secara kualitatif, bukan melalui KPI tradisional. Indikatornya meliputi pengaturan diri tim, peningkatan berkelanjutan, kepuasan pemangku kepentingan, dan pengurangan hambatan dari waktu ke waktu. Scrum Master yang sangat efektif secara bertahap menjadi kurang terlihat seiring dengan kematangan tim.
Sebagai contoh, jika sebuah tim secara mandiri menyelesaikan konflik dan meningkatkan proses tanpa fasilitasi, itu menunjukkan keberhasilan pembinaan. Umpan balik dari anggota tim dan Pemilik Produk seringkali merupakan ukuran yang paling dapat diandalkan. Tujuan seorang Scrum Master bukanlah pengendalian, melainkan pembangunan kemampuan.
39) Tantangan etika apa saja yang dapat dihadapi oleh seorang Scrum Master?
Scrum Master mungkin menghadapi dilema etis seperti tekanan untuk memanipulasi metrik, menyembunyikan keterlambatan, atau memprioritaskan kecepatan daripada kualitas. Menjaga transparansi dan integritas sangat penting bagi nilai-nilai Scrum. Seorang Scrum Master harus memperjuangkan pelaporan yang jujur dan pengiriman yang berkelanjutan bahkan ketika hal itu terasa tidak nyaman.
Sebagai contoh, meningkatkan kecepatan produksi untuk memenuhi harapan manajemen akan merusak kepercayaan dan kinerja jangka panjang. Scrum Master yang beretika berfokus pada data empiris dan mendorong kepemimpinan untuk membuat keputusan berdasarkan informasi yang akurat, bukan berdasarkan optimisme atau ketakutan.
40) Bagaimana Anda mempersiapkan Tim Scrum untuk keberlanjutan jangka panjang?
Keberlanjutan jangka panjang membutuhkan beban kerja yang seimbang, pembelajaran berkelanjutan, dan keamanan psikologis. Seorang Scrum Master mempromosikan kecepatan kerja yang berkelanjutan, mendorong pengembangan keterampilan, dan memupuk budaya di mana kesalahan diperlakukan sebagai peluang pembelajaran.
Sebagai contoh, rotasi tanggung jawab mencegah kelelahan, sementara praktik keunggulan teknis mengurangi biaya pemeliharaan jangka panjang. Keberlanjutan memastikan penyampaian yang konsisten dari waktu ke waktu, bukan lonjakan produktivitas jangka pendek yang diikuti oleh kelelahan. Scrum Master yang memprioritaskan keberlanjutan membangun tim yang tangguh dan berkinerja tinggi.
🔍 Pertanyaan Wawancara Scrum Master Teratas dengan Skenario Dunia Nyata & Jawaban Strategis
1) Apa peran utama seorang Scrum Master dalam tim Agile?
Diharapkan dari kandidat: Pewawancara ingin menilai pemahaman Anda tentang peran Scrum Master, termasuk kepemimpinan yang melayani, fasilitasi, dan kepemilikan proses.
Contoh jawaban: “Peran utama seorang Scrum Master adalah bertindak sebagai pemimpin yang melayani, yang memastikan kerangka kerja Scrum dipahami dan diterapkan dengan benar. Scrum Master memfasilitasi acara Scrum, menghilangkan hambatan, melatih tim tentang prinsip-prinsip Agile, dan menumbuhkan lingkungan peningkatan berkelanjutan sambil melindungi tim dari gangguan eksternal.”
2) Bagaimana Anda menangani penolakan terhadap praktik Agile atau Scrum dari anggota tim?
Diharapkan dari kandidat: Pewawancara sedang mengevaluasi keterampilan manajemen perubahan Anda, gaya komunikasi, dan kemampuan untuk memengaruhi tanpa otoritas.
Contoh jawaban: “Dalam peran saya sebelumnya, saya mengatasi resistensi dengan terlebih dahulu memahami akar penyebabnya melalui percakapan empat mata. Kemudian, saya memberikan contoh praktis tentang bagaimana praktik Agile dapat mengurangi kendala seperti persyaratan yang tidak jelas atau perubahan mendadak. Dengan melibatkan anggota tim dalam retrospektif dan memungkinkan mereka untuk bereksperimen dengan perbaikan, adopsi secara bertahap meningkat.”
3) Dapatkah Anda menjelaskan bagaimana Anda memfasilitasi rapat harian singkat (stand-up meeting) yang efektif?
Diharapkan dari kandidat: Pewawancara ingin mengetahui bagaimana Anda menjaga agar upacara tetap fokus, tepat waktu, dan bermanfaat.
Contoh jawaban: “Rapat harian singkat yang efektif berfokus pada kemajuan menuju… Sprint Fokus pada tujuan daripada pelaporan status yang detail. Saya memastikan rapat tetap dalam waktu lima belas menit, mendorong anggota tim untuk berbicara satu sama lain daripada kepada saya, dan menunda diskusi yang lebih mendalam untuk sesi tindak lanjut. Hal ini membuat rapat efisien dan menghasilkan tindakan nyata.”
4) Bagaimana Anda mengelola konflik dalam tim Scrum?
Diharapkan dari kandidat: Pertanyaan ini menguji keterampilan interpersonal, kecerdasan emosional, dan kemampuan Anda untuk menjaga kekompakan tim.
Contoh jawaban: “Di posisi sebelumnya, saya menangani konflik dengan menciptakan ruang aman untuk dialog terbuka. Saya mendorong komunikasi yang saling menghormati dan diskusi yang berfokus pada fakta dan tujuan bersama, bukan pada perbedaan pribadi. Jika perlu, saya memfasilitasi percakapan terstruktur untuk membantu tim mencapai pemahaman bersama dan menyepakati langkah selanjutnya.”
5) Metrik apa yang Anda gunakan untuk mengukur kinerja tim Scrum?
Diharapkan dari kandidat: Pewawancara ingin mengetahui pemahaman Anda tentang metrik Agile dan bagaimana Anda menggunakannya secara bertanggung jawab.
Contoh jawaban: “Saya menggunakan metrik seperti Sprint Metrik ini mengukur tingkat keberhasilan pencapaian tujuan, prediktabilitas tim, waktu siklus, dan tren kecepatan, bukan hanya kecepatan semata. Metrik ini membantu mengidentifikasi pola dan peluang perbaikan tanpa menggunakan angka untuk menekan tim atau membandingkan tim secara tidak adil.”
6) Bagaimana Anda mendukung Product Owner dalam manajemen backlog?
Diharapkan dari kandidat: Pewawancara ingin melihat bagaimana Anda berkolaborasi dengan Product Owner sambil tetap menghormati batasan peran.
Contoh jawaban: “Di pekerjaan saya sebelumnya, saya mendukung Product Owner dengan memfasilitasi sesi penyempurnaan backlog, memastikan user story dipahami dengan baik, dan membantu tim melakukan estimasi secara efektif. Saya juga melatih Product Owner tentang teknik prioritisasi dan komunikasi dengan pemangku kepentingan untuk menjaga backlog yang sehat dan dapat ditindaklanjuti.”
7) Jelaskan situasi di mana tim Anda gagal memenuhi sebuah target. Sprint Tujuan. Bagaimana Anda meresponsnya?
Diharapkan dari kandidat: Pertanyaan ini menilai akuntabilitas, pola pikir belajar, dan kemampuan memecahkan masalah.
Contoh jawaban: “Ketika sebuah Sprint Ketika target tidak tercapai, saya memandu tim melalui retrospektif konstruktif untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, seperti komitmen yang berlebihan atau ketergantungan yang tidak terduga. Kami fokus pada perbaikan yang dapat ditindaklanjuti untuk selanjutnya. Sprint dan menyesuaikan pendekatan perencanaan kami untuk mengurangi risiko serupa di masa mendatang.”
8) Bagaimana Anda menangani pemangku kepentingan eksternal yang sering mengganggu tim selama Sprint?
Diharapkan dari kandidat: Pewawancara ingin mengevaluasi kemampuan Anda untuk melindungi tim sekaligus mengelola harapan para pemangku kepentingan.
Contoh jawaban: “Dalam peran saya sebelumnya, saya bekerja sama erat dengan para pemangku kepentingan untuk menjelaskan pentingnya Sprint fokus dan biaya gangguan. Saya membantu membangun saluran komunikasi yang jelas dan mendorong permintaan untuk disampaikan melalui Product Owner sehingga prioritas dapat dinilai tanpa mengganggu pekerjaan yang sedang berlangsung.”
9) Apa yang akan Anda lakukan jika tim Scrum secara konsisten gagal memenuhi tenggat waktu?
Diharapkan dari kandidat: Ini adalah pertanyaan situasional yang menguji kemampuan analitis dan kemampuan melatih Anda.
Contoh jawaban: “Saya akan menganalisis pola dalam estimasi, perubahan ruang lingkup, dan kapasitas tim daripada menyalahkan siapa pun. Dengan memfasilitasi diskusi seputar perencanaan yang realistis, meningkatkan kualitas penyempurnaan, dan mengatasi hambatan sistemik, tim dapat secara bertahap meningkatkan prediktabilitas dan penyampaian hasil.”
10) Bagaimana Anda mendorong peningkatan berkelanjutan dalam tim Scrum?
Diharapkan dari kandidat: Pewawancara ingin memahami bagaimana Anda membina budaya pembelajaran dan adaptasi.
Contoh jawaban: “Saya mendorong peningkatan berkelanjutan dengan memastikan retrospektif menghasilkan poin tindakan yang jelas dan dapat dicapai, serta melacak hasilnya dari waktu ke waktu. Saya juga mendorong eksperimen, berbagi pengetahuan, dan refleksi rutin sehingga peningkatan menjadi bagian dari pola pikir harian tim, bukan hanya aktivitas sekali saja.”
