Model Data Relasional dalam DBMS: Concepts & Contoh
โก Ringkasan Cerdas
Model Relasional merepresentasikan basis data sebagai kumpulan relasi, di mana setiap relasi adalah tabel yang terdiri dari baris dan kolom. Model ini mendefinisikan konsep inti, batasan integritas, dan operasi pembaruan yang menjaga konsistensi data relasional dan memudahkan kueri.

Apa Model Relasional itu?
Model Relasional (RM) merepresentasikan database sebagai kumpulan relasi. Suatu relasi tidak lain hanyalah sebuah tabel nilai. Setiap baris dalam tabel mewakili kumpulan nilai data terkait. Baris-baris dalam tabel ini menunjukkan entitas atau hubungan dunia nyata.
Nama tabel dan nama kolom membantu menginterpretasikan makna nilai di setiap baris. Data direpresentasikan sebagai himpunan relasi. Dalam model relasional, data disimpan sebagai tabel. Namun, penyimpanan fisik data tidak bergantung pada cara data diorganisasikan secara logis.
Model ini diusulkan oleh EF Codd pada tahun 1970 dan tetap menjadi dasar dari hampir setiap basis data utama yang digunakan saat ini. Beberapa sistem manajemen basis data relasional yang populer adalah:
- DB2 dan Server Dinamis Informix โ IBM
- Oracle dan RDB โ Oracle
- SQL Server dan Akses โ Microsoft
Model Relasional Concepts dalam DBMS
- atribut: Setiap kolom dalam sebuah tabel. Atribut adalah properti yang mendefinisikan sebuah relasi, misalnya, Student_Rollno, NAME, dll.
- Tabel: Dalam model relasional, relasi disimpan dalam format tabel. Tabel tersebut disimpan bersama dengan entitasnya. Sebuah tabel memiliki dua properti, yaitu baris dan kolom. Baris mewakili catatan dan kolom mewakili atribut.
- Tupel: Ini hanyalah satu baris dalam sebuah tabel, yang berisi satu catatan.
- Skema Relasi: Skema relasi merepresentasikan nama relasi beserta atributnya.
- Gelar: Jumlah total atribut dalam suatu relasi disebut derajat relasi.
- Kardinalitas: Jumlah total baris yang ada dalam tabel.
- Kolom: Kolom mewakili kumpulan nilai untuk atribut tertentu.
- Contoh relasi: Instans relasi adalah himpunan tupel terbatas dalam sistem RDBMS. Instans relasi tidak pernah memiliki tupel duplikat.
- Kunci relasi: Setiap baris memiliki satu, dua, atau beberapa atribut, yang disebut kunci relasi.
- Domain atribut: Setiap atribut memiliki nilai dan cakupan yang telah ditentukan sebelumnya, yang dikenal sebagai domain atribut.
Setelah memahami kosakata yang tepat, hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah...ping Data dalam relasi tersebut valid, yang merupakan tugas dari batasan integritas.
Relasional Integrity kendala
Batasan integritas relasional dalam DBMS merujuk pada kondisi yang harus ada agar suatu relasi valid. Batasan relasional ini berasal dari aturan-aturan dalam dunia mini yang diwakili oleh basis data tersebut.
Terdapat banyak jenis batasan integritas. Batasan pada sistem manajemen basis data relasional sebagian besar terbagi menjadi tiga kategori utama:
- Batasan Domain
- Kendala Kunci
- Referensi Integrity kendala
Batasan Domain
Batasan domain dapat dilanggar jika nilai atribut tidak muncul dalam domain yang bersangkutan, atau jika nilai tersebut bukan dari tipe data yang sesuai.
Batasan domain menentukan bahwa di dalam setiap tupel, nilai setiap atribut harus bersifat atomik dan diambil dari domain yang benar. Domain ditentukan sebagai tipe data, yang mencakup tipe standar seperti bilangan bulat, bilangan riil, karakter, Boolean, dan string dengan panjang variabel.
Contoh:
CREATE DOMAIN CustomerName CHECK (value NOT NULL)
Contoh yang ditampilkan menunjukkan cara membuat batasan domain sedemikian rupa sehingga CustomerName tidak boleh NULL.
Kendala Kunci
Atribut yang dapat mengidentifikasi tuple secara unik dalam suatu relasi disebut kunci tabel. Nilai atribut untuk tupel berbeda dalam relasi harus unik.
Contoh:
Pada tabel yang diberikan, CustomerID adalah atribut kunci dari tabel Customer. Kemungkinan besar hanya ada satu kunci untuk satu pelanggan; CustomerID = 1 hanya untuk CustomerName.GooglePenjelasan lengkap mengenai berbagai jenis kunci dibahas dalam panduan ini. Kunci DBMS.
| ID Pelanggan | Nama Pelanggan | Status |
|---|---|---|
| 1 | Aktif | |
| 2 | Amazon | Aktif |
| 3 | Apple | non-aktif |
Referensi Integrity kendala
Kendala integritas referensial dalam DBMS didasarkan pada konsep kunci asing. Kunci asing adalah atribut penting dari suatu relasi yang harus dirujuk dalam relasi lain. Kendala integritas referensial terjadi ketika suatu relasi merujuk pada atribut kunci dari relasi yang berbeda atau sama. Elemen kunci tersebut harus ada dalam tabel yang dirujuk.
Contoh:
Pada contoh di atas, kita memiliki dua relasi, yaitu Customer dan Billing.
Tuple untuk CustomerID = 1 dirujuk dua kali dalam relasi tersebut. BillJadi kita tahu CustomerName โGoogle" memiliki jumlah tagihan sebesar $300."
Operations dalam Model Relasional
Empat operasi pembaruan dasar dilakukan pada model basis data relasional: sisipkan, perbarui, hapus, dan pilih.
- Perintah insert digunakan untuk memasukkan data ke dalam relasi.
- Hapus digunakan untuk menghapus tupel dari tabel.
- Modifikasi memungkinkan Anda mengubah nilai beberapa atribut di tupel yang ada.
- Select memungkinkan Anda memilih rentang data tertentu.
Setiap kali salah satu operasi ini diterapkan, batasan integritas yang ditentukan pada skema basis data relasional tidak boleh dilanggar.
Menyisipkan Operaproduksi
Operasi insert memberikan nilai atribut untuk tuple baru yang harus dimasukkan ke dalam sebuah relasi.
Memperbarui Operaproduksi
Anda dapat melihat bahwa pada tabel relasi di bawah ini, CustomerName 'Apple' diperbarui dari Tidak Aktif menjadi Aktif.
Delete Operaproduksi
Untuk menentukan penghapusan, kondisi pada atribut relasi memilih tupel yang akan dihapus.
Pada contoh di atas, CustomerName โAppleโ dihapus dari tabel.
Operasi penghapusan dapat melanggar integritas referensial jika tuple yang dihapus dirujuk oleh kunci asing dari tuple lain dalam tuple yang sama. Database.
Pilih Operaproduksi
Dalam contoh di atas, CustomerName โAmazon" dipilih.
Model Relasional vs Model Hierarkis dan Jaringan
Model relasional menggantikan dua pendekatan sebelumnya, dan perbandingan tersebut menjelaskan mengapa model ini menjadi dominan. Tabel di bawah ini menyajikan ketiga model tersebut secara berdampingan.
| Aspek | Model Relasional | Model Hirarkis | Model Jaringan |
|---|---|---|---|
| Structure | Tabel (relasi) | Pohon, dari induk ke anak | Grafik, banyak ke banyak |
| Akses data | Deklaratif, berdasarkan nilai | Navigasi, melalui jalur | Navigasi, dengan penunjuk |
| Hubungan | Kunci asing | Hubungan orang tua-anak | Himpunan dan penunjuk |
| Bahasa kueri | SQL | Kode prosedur | Kode prosedur |
| keluwesan | High | Rendah | Medium |
Karena model relasional menangani data berdasarkan nilai, bukan dengan menavigasi tautan fisik, bahasa tingkat tinggi seperti SQL dapat menyampaikan pertanyaan tanpa mengetahui bagaimana data tersebut disimpan.
Praktik Terbaik untuk Membuat Model Relasional
- Data perlu direpresentasikan sebagai kumpulan relasi.
- Setiap relasi harus digambarkan dengan jelas dalam tabel.
- Baris harus berisi data tentang contoh-contoh dari suatu entitas.
- Kolom harus berisi data tentang atribut entitas.
- Sel-sel dalam tabel hanya boleh berisi satu nilai.
- Setiap kolom harus diberi nama yang unik.
- Tidak ada dua baris yang identik.
- Nilai-nilai suatu atribut harus berasal dari domain yang sama.
Keunggulan Model Basis Data Relasional
- Kesederhanaan: Model data relasional dalam DBMS lebih sederhana daripada model hierarkis dan jaringan.
- Kemandirian struktural: Basis data relasional hanya berfokus pada data dan bukan pada struktur, yang dapat meningkatkan kinerja model.
- Mudah digunakan: Model relasional mudah digunakan, karena tabel yang terdiri dari baris dan kolom bersifat alami dan mudah dipahami.
- Kemampuan kueri: Hal ini memungkinkan bahasa kueri tingkat tinggi seperti SQL untuk menghindari navigasi basis data yang kompleks.
- Independensi data Data: Struktur basis data relasional dapat diubah tanpa harus mengubah aplikasi apa pun.
- Dapat diukur: Berkaitan dengan jumlah record atau baris dan jumlah field, sebuah database dapat diperbesar untuk meningkatkan kegunaannya.
Kelemahan Model Relasional
- Hanya sedikit basis data relasional yang memiliki batasan panjang kolom, yang tidak dapat dilampaui.
- Basis data relasional terkadang bisa menjadi kompleks seiring bertambahnya jumlah data dan semakin rumitnya hubungan antar bagian data.
- Sistem basis data relasional yang kompleks dapat menyebabkan basis data terisolasi di mana informasi tidak dapat dibagikan dari satu sistem ke sistem lain.






