Model Kematangan Kapabilitas (CMM) dalam Rekayasa Perangkat Lunak
⚡ Ringkasan Cerdas
Capability Maturity Model (CMM) adalah tolok ukur yang digunakan untuk mengukur seberapa matang proses perangkat lunak suatu organisasi. Dikembangkan di Software Engineering Institute, model ini mendefinisikan lima tingkatan yang memandu tim dari pekerjaan yang kacau dan ad-hoc menuju peningkatan yang berkelanjutan dan optimal.

Apa itu CMM?
Model Kematangan Kemampuan digunakan sebagai tolok ukur untuk mengukur kematangan proses perangkat lunak suatu organisasi.
CMM dikembangkan di Software Engineering Institute pada akhir tahun 80-an. Pengembangannya merupakan hasil studi yang didanai oleh Angkatan Udara AS sebagai cara untuk mengevaluasi kinerja subkontraktor.tractorso. LaterBerdasarkan model CMM-SW yang dibuat pada tahun 1991 untuk menilai kematangan pengembangan perangkat lunak, beberapa model lain diintegrasikan dengan CMM-I.
Apa yang dimaksud dengan Tingkat Model Kematangan Kemampuan (CMM)?
Model ini mendefinisikan lima tingkat kematangan progresif:
- Awal
- Dapat Diulang/Dikelola
- Ditetapkan
- Dikelola Secara Kuantitatif
- Mengoptimalkan
Apa yang terjadi pada berbagai tingkat CMM?
Tabel di bawah ini merinci aktivitas dan manfaat di setiap level.
| tingkat | Kegiatan | Manfaat |
|---|---|---|
| Tingkat 1 Awal |
|
Tidak ada. Sebuah proyek adalah Kekacauan Total. |
| Tingkat 2 Dikelola |
|
|
| Ditetapkan Tingkat-3 |
|
|
| Level-4 Dikelola Secara Kuantitatif |
|
|
| Pengoptimalan Tingkat-5 |
|
|
Diagram berikut memberikan representasi bergambar tentang apa yang terjadi pada berbagai level CMM:
Berapa Lama untuk Mengimplementasikan CMM?
CMM (Customer Management System) adalah proses yang paling diinginkan untuk menjaga kualitas produk bagi perusahaan pengembangan perangkat lunak mana pun, tetapi implementasinya membutuhkan waktu sedikit lebih lama dari yang diharapkan.
- Implementasi CMM tidak terjadi dalam semalam.
- Ini bukan sekadar "urusan administrasi."
- Waktu implementasi yang umum adalah:
- 3-6 bulan -> untuk persiapan
- 6-12 bulan -> untuk implementasi
- 3 bulan lagi -> untuk persiapan penilaian
- 12 bulan lagi -> untuk setiap level baru
Struktur Internal CMM
Setiap level dalam CMM didefinisikan menjadi sebuah area proses utama atau KPA, kecuali untuk level-1. Setiap KPA mendefinisikan sekelompok aktivitas terkait, yang jika dilakukan secara kolektif mencapai serangkaian tujuan yang dianggap penting untuk meningkatkan kemampuan perangkat lunak.
Untuk berbagai level CMM, terdapat serangkaian KPA. Misalnya, untuk model CMM-2, KPA-nya adalah:
- REQM – Manajemen Persyaratan
- PP – Perencanaan Proyek
- PMC – Pemantauan dan Pengendalian Proyek
- SAM – Manajemen Perjanjian Pemasok
- PPQA – Proses dan Jaminan Mutu
- CM – Manajemen Konfigurasi
Demikian pula, untuk model CMM lainnya, Anda memiliki KPA spesifik. Untuk mengetahui apakah implementasi KPA efektif, berkelanjutan, dan dapat diulang, hal itu dipetakan berdasarkan hal-hal berikut:
- Komitmen untuk tampil
- Kemampuan untuk tampil
- Aktivitas yang dilakukan
- Pengukuran dan Analisis
- Memverifikasi implementasi
Keterbatasan Model CMM
Model ini juga memiliki beberapa keterbatasan:
- CMM menentukan apa yang harus ditangani oleh suatu proses, bukan bagaimana proses tersebut harus diimplementasikan.
- Hal ini tidak menjelaskan setiap kemungkinan peningkatan proses perangkat lunak.
- Buku ini berfokus pada isu-isu perangkat lunak tetapi tidak mempertimbangkan perencanaan bisnis strategis, adopsi teknologi, pembentukan lini produk, dan pengelolaan sumber daya manusia.
- Hal itu tidak menjelaskan jenis bisnis apa yang seharusnya dijalankan oleh suatu organisasi.
- CMM tidak akan berguna dalam proyek yang sedang mengalami krisis saat ini.
Mengapa Menggunakan CMM?
Saat ini CMM bertindak sebagai "cap persetujuan" dalam industri perangkat lunak. CMM membantu dalam berbagai cara untuk meningkatkan kualitas perangkat lunak.
- Hal ini mengarahkan pada proses standar yang dapat diulang dan dengan demikian mengurangi waktu pembelajaran tentang cara menyelesaikan sesuatu.
- Menerapkan CMM berarti mempraktikkan protokol standar untuk pengembangan, yang artinya tidak hanya membantu tim menghemat waktu tetapi juga memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang diharapkan.
- Kegiatan-kegiatan berkualitas tersebut terintegrasi dengan baik ke dalam proyek, dan bukannya dianggap sebagai acara terpisah.
- Ini berfungsi sebagai penghubung antara proyek dan tim.
- Upaya CMM selalu diarahkan untuk meningkatkan proses.



